Rabu, 12 Juni 2013
Kamis, 28 Februari 2013
SEJARAH SATPOL PP
07.35
satpolppcilacap
Satuan Polisi Pamong Praja, disingkat Satpol PP, adalah perangkat Pemerintah Daerah dalam
memelihara ketentraman dan ketertiban umum serta menegakkan Peraturan Daerah.
Organisasi dan tata kerja Satuan Polisi Pamong Praja ditetapkan dengan
Peraturan Daerah.
Satpol PP dapat
berkedudukan di Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota.
- Di Daerah Provinsi, Satuan Polisi Pamong Praja dipimpin oleh Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah
- Di Daerah Kabupaten/Kota, Satuan Polisi Pamong Praja dipimpin oleh Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati/Walikota melalui Sekretaris Daerah
Sejarah
Polisi Pamong
Praja didirikan di Yogyakarta pada
tanggal 3 Maret 1950
moto Praja Wibawa, untuk mewadahi sebagian ketugasan pemerintah daerah.
Sebenarnya ketugasan ini telah dilaksanakan pemerintah sejak zaman kolonial.
Sebelum menjadi Satuan Polisi Pamong Praja setelah proklamasi kemerdekaan
dimana diawali dengan kondisi yang tidak stabil dan mengancam NKRI,
dibentuklah Detasemen
Polisi sebagai Penjaga Keamanan Kapanewon di Yogjakarta sesuai
dengan Surat
Perintah Jawatan Praja di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menjaga ketentraman dan
ketertiban masyarakat.
Pada tanggal 10 November 1948,
lembaga ini berubah menjadi Detasemen Polisi Pamong Praja.
Di Jawa dan
Madura Satuan Polisi Pamong Praja dibentuk tanggal 3 Maret 1950. Inilah awal
mula terbentuknya Satpol PP. dan oleh sebab itu, setiap tanggal 3 Maret
ditetapkan sebagai Hari Jadi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan
diperingati setiap tahun.
Pada Tahun 1960,
dimulai pembentukan Kesatuan Polisi Pamong Praja di luar Jawa dan Madura dengan
dukungan para petinggi militer /Angkatan Perang.
Tahun 1962
namanya berubah menjadi Kesatuan Pagar Baya untuk membedakan dari korps
Kepolisian Negara seperti dimaksud dalam UU No 13/1961 tentang Pokok-pokok
Kepolisian.
Tahun 1963
berubah nama lagi menjadi Kesatuan Pagar Praja. Istilah Satpol PP mulai
terkenal sejak pemberlakuan UU No 5/1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di
Daerah. Pada Pasal 86 (1) disebutkan, Satpol PP merupakan perangkat wilayah
yang melaksanakan tugas dekonsentrasi.
Saat ini UU
5/1974 tidak berlaku lagi, digantikan UU No 22/1999 dan direvisi menjadi UU No
32/2004 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam Pasal 148 UU 32/2004 disebutkan,
Polisi Pamong Praja adalah perangkat pemerintah daerah dengan tugas pokok
menegakkan perda, menyelenggarakan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat
sebagai pelaksanaan tugas desentralisasi.
Rabu, 20 Februari 2013
Wajah Kota Cilacap Tempo Dulu
22.27
satpolppcilacap
Tanggal 21 Maret Tahun 2015 ini Kabupaten Cilacap sudah memasuki usia 159 tahun. Berbagai kemajuan dalam berbagai hal sudah kita rasakan dan nikmati bersama. Pernahkah Anda membayangkan seperti apa wajah kota Cilacap ratusan tahun yang lalu, saat Anda belum lahir? Silakan nikmati foto-foto kondisi kota Cilacap tempo dulu dibawah ini.
Pantai Cilacap tahun 1917
Pasar Cilacap tahun 1908
Pasar Cilacap Tempo Doeloe
Pelabuhan Karantina tahun 1908
Stasiun Cilacap 1908
Kaliyasa dilihat dari Brug Menceng tahun 1908
Rumah Asisten Residen Cilacap tahun 1900
Selasa, 19 Februari 2013
Keindahan Pulau Nusakambangan dalam Sentuhan Seni
01.43
satpolppcilacap
Mendengar nama Pulau Nusakambangan kesan yang ada di pikiran
Anda mungkin sebuah pulau yang
menyeramkan karena dI pulau tersebut
terdapat beberapa LP untuk para napi dengan kasus berat. Makanya tidaklah mengherankan jika sering muncul konotasi menyeramkan tentang
pulau Nusakambangan yang terletak di
Kabupaten Cilacap, Jawa
Tengah. Namun kalau Anda
mengunjunginya sendiri, ternyata pulau ini menyimpan Sejuta Pesona yang menakjubkan.
Bagi Anda yang belum pernah mengunjungi pulau Nusakambangan atau melihat
pulau Nusakambangan dari jarak dekat, silakan nikmati foto-foto Keindahan pulau
Nusakambangan dalam Sentuhan Seni dibawah ini yang sudah saya "sulap" dalam bentuk Foto Hidup, sehingga dengan melihat foto-foto Keindahan Pulau Nusakambangan tersebut
seolah-olah Anda sedang berada di dekat pulau Nusakambangan.
Minggu, 17 Februari 2013
Bintek Pemantapan Peran Satpol PP dalam Penegakkan Perda Tahun 2013
19.55
satpolppcilacap
Sebanyak 110
orang anggota Satpol PP Kabupaten / Kota se Jawa Tengah mengikuti Bintek
Pemantapan Peran Satpol PP dalam Penegakkan Perda Tahun 2013. Satpol PP
Kabupaten Cilacap sendiri mengikutsertkan dua orang anggotanya yaitu Sunardi
selaku PPNS dan Pamungkas Sigit Widodo, Amd selaku Pelaksana Satpol PP Kabupaten
Cilacap.
Bintek yang dilaksanakan di Patra Convention Hotel Semarang diselenggarakan
oleh Satpol
PP Provinsi Jateng, berlangsung dari tanggal 04 s/d 07 Pebruari 2013.
Adapun maksud
dan tujuan diselenggarakan Bintek tersebut adalah :
Maksud
Memberikan Bimbingan Teknis Penegakkan Perda bagi Anggota
Satpol PP sebagai bekal pelaksanaan tugas dalam proses penanganan pelanggaran
perda.
Tujuan
Meningkatkan pengetahuan,
wawasan, ketrampilan dalam teknis pemberkasan pelanggaran perda bagi anggota
Satpol PP
MATERI
dan NARASUMBER
Teori berasal dari :
Direktorat
Pol PP dan Linmas Ditjen PUM Kemendagri
Materi :
- Kebijakan Kementrian Dalam Negeri Dalam Mendukung Upaya Penegakkan Perda di Daerah.
- Strategi Peningkatan Kapasitas SDM Pol PP sebagai Pembantu Kepala Daerah dalam Penegakkan Perda.
- Efektifitas Penegakkan Perda di Daerah melalui Operasionalisasi PPNS secara optimal.
Dit
Reskrim Polda Jateng
Materi :
- Hubungan Tata Cara Kerja Polri dan PPNS.
- Penyidikan Perda oleh PPNS
Korwas
PPNS Polda Jateng
Materi :
Administrasi Penyidikan.
Praktik
Pemberkasan Pelanggaran Perda “ Dalam Acara Pemeriksaan Biasa “ terhadap
Pelanggar Perda di
Wilayah Kota Pekalongan yaitu :
- Perda Nomor 3 Tahun 2010 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Pekalongan.
- Perda Nomor 4 Tahun 2009 tentang Izin Mendirikan Bangunan.
Dalam Praktik Pemberkasan, peserta
dibagi menjadi 6 kelompok, masing-masing kelompok membuat 1 (satu) berkas dalam
acara biasa, dengan pembagian
- Kelompok Ganjil, memberkas pelanggaran masalah Lingkungan Hidup.
- Kelompok Genap, memberkas pelanggaran masalah IMB.
Paparan
Hasil Pemberkasan :
Setiap kelompok memaparkan
hasil latihan pemberkasan dalam acara biasa untuk mendapatkan tanggapan atau
koreksi dari Instruktur
Dit Reskrim dan Korwas PPNS Polda Jateng.
Lestarikan Hutan Pulau Nusakambangan !
03.28
satpolppcilacap
Pulau Nusakambangan terletak di sebelah selatan Pulau Jawa dan merupakan pulau kecil terluar yang berbatasan dengan Negara Australia. Di sebelah utara pulau ini terdapat selat dikenal dengan nama Segara Anakan. Selat ini memisahkan Pulau Nusakambangan dengan daratan Pulau Jawa, khususnya dengan Kota Cilacap. Kota Cilacap merupakan kota yang terdekat dan berbatasan langsung dengan kawasan Pulau Nusakambangan. Di sebelah selatan Pulau Nusakambangan berbatasan dengan Samudera Hindia yang terkenal dengan ombaknya yang besar.
Nusakambangan dikenal sebagai kawasan
hutan lindung yang banyak menyimpan kekayaan flora dan fauna dengan ciri-ciri khusus. Di pulau itu terdapat hutan seluas 12.106 hektare lebih yang berfungsi
sebagai paru-paru dan penyimpan energi. Fungsi dan peranan hutan di pulau itu
telah dirasakan manfaatnya oleh
masyarakat Cilacap, khususnya masyarakat yang tinggal di kawasan Kampung Laut.
Flora di kawasan ini mencakup hutan
mangrove (mangrove forest) di Segara Anakan dan hutan tropika (tropical rain
florest) di Pulau Nusakambangan. Hutan di Pulau Nusakambangan merupakan hutan
alam tropika basah daratan rendah, yang pada kondisi sekarang dapat dikatakan
tinggi sebagai relict (sisa akhir) dari yang pernah ada karena di Pulau Jawa,
khususnya di Provinsi Jawa Tengah, tipe hutan seperti ini hampir tidak dapat
dijumpai lagi. Dengan demikian hutan di Pulau Nusakambangan layak jika disebut
sebagai The Last Real Rain forest of Java. Tebaran flora di hutan ini
hampir tidak merata. Saat ini, keadaan flora di hutan-hutan ini di beberapa
tempat terutama di bagian barat telah mulai mengalami kerusakan. Untuk itu
diperlukan suatu usaha pelestarian alam yang memadai di kawasan hutan ini.
Pulau Nusakambangan pernah membuktikan
keperkasaannya menjadi benteng bagi Kota Cilacap saat terjadi bencana
tsunami pada 17 Juli 2006.
Tapi apakah Nusakambangan akan tetap menjadi benteng jika bencana serupa kembali terjadi, sementara perusakan alam Nusakambangan terus berlangsung?
Foto-foto Keindahan Pulau Nusakambangan
Selasa, 12 Februari 2013
Mengenal Lebih Dekat Kabupaten Cilacap
08.29
satpolppcilacap
Kabupaten Cilacap adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Cilacap. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Brebes dan Kabupaten Banyumas di utara, Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Kebumen di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran (Jawa Barat) di sebelah Barat.
Berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Barat, Cilacap merupakan daerah
pertemuan budaya Jawa Banyumasan dengan budaya Sunda (Priangan Timur). Nusa
Kambangan, sebuah pulau yang tertutup terdapat lembaga pemasyarakatan Kelas I,
terdapat di kabupaten ini. Ada beberapa Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas I
yang masih aktif antara lain: LP Permisan, LP Kembangkuning, LP Batu, dan LP
Besi.
Geografi
Cilacap merupakan kabupaten terluas di Jawa Tengah dengan luas wilayahnya
sekitar 6,6% dari total wilayah Jawa Tengah. Begitu luasnya sehingga kabupaten
ini memiliki dua kode telepon yaitu 0282 dan 0280.
Bagian utara adalah daerah perbukitan yang merupakan lanjutan dari
Rangkaian Bogor di Jawa Barat, dengan puncaknya Gunung Pojoktiga (1.347meter),
sedangkan bagian selatan merupakan dataran rendah. Kawasan hutan menutupi lahan
Kabupaten Cilacap bagian utara, timur, dan selatan.
Di sebelah selatan terdapat Nusa Kambangan, yang memiliki Cagar Alam
Nusakambangan. Bagian barat daya terdapat sebuah inlet yang dikenal dengan
Segara Anakan. Ibukota kabupaten Cilacap berada di tepi pantai Samudra Hindia,
dan wilayahnya juga meliputi bagian timur Pulau Nusa Kambangan.
Kenyataan bahwa sebagian penduduk Kabupaten Cilacap bertutur dalam bahasa
Sunda, terutama di kecamatan-kecamatan yang berbatasan dengan Jawa Barat,
seperti Dayeuhluhur, Wanareja, Kedungreja, Patimuan, Majenang, Cimanggu, dan
Karangpucung, menunjukan bahwa pada masa lalu wilayah barat daerah ini adalah
bagian dari wilayah Sunda. Berdasarkan naskah kuno primer Bujangga Manik (yang
menceriterakan perjalanan Prabu Bujangga Manik, seorang pendeta Hindu Sunda
yang mengunjungi tempat-tempat suci agama Hindu di pulau Jawa dan Bali pada
awal abad ke-16), yang saat ini disimpan pada Perpustakaan Boedlian, Oxford
University, Inggris sejak tahun 1627, batas Kerajaan Sunda di sebelah timur
adalah sungai Cipamali (yang saat ini sering disebut sebagai kali Brebes) dan
sungai Ciserayu (yang saat ini disebut Kali Serayu) di Provinsi Jawa Tengah.
Pembagian administratif
Kabupaten Cilacap terdiri atas 24 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah
desa dan kelurahan. Desa-desa tersebar di 24 kecamatan, sedangkan kelurahan ada
di 3 kecamatan eks kota administratip Cilacap. Kecamatan-kecamatan tersebut
adalah Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Cimanggu, Karangpucung, Sidareja,
Gandrungmangu, Kedungreja, Patimuan, Cipari, Bantarsari, Kawunganten,
Jeruklegi, Kesugihan, Maos, Sampang, Kroya, Adipala, Binangun, Nusawungu,
Kampung Laut, Cilacap Utara, Cilacap Tengah dan Cilacap Selatan.
Ibukota Kabupaten Cilacap adalah Cilacap, yang terdiri atas kecamatan
Cilacap Utara, Cilacap Tengah, dan Cilacap Selatan. Cilacap dulunya merupakan
Kota Administratif, namun sejak diberlakukannya Undang-undang Nomor 22 tahun
1999 tentang Pemerintahan Daerah, tidak dikenal adanya kota administratif, dan
Kota Administratif Cilacap kembali menjadi bagian dari wilayah Kabupaten
Cilacap.
Di antara kota-kota kecamatan yang cukup signifikan di Kabupaten Cilacap
adalah: Majenang, Karangpucung, Sampang, Sidareja, dan Kroya. Majenang menjadi
pusat pertumbuhan kabupaten Cilacap di bagian Barat sedangkan Kroya dan Sampang
menjadi pusat pertumbuhan di Bagian Timur
Transportasi
Dapat dikatakan, Kabupaten Cilacap memiliki sarana transportasi cukup
lengkap, karena infrastruktur jalannya meliputi jalan darat (kereta api dan
mobil/motor), laut (kapal), dan udara (pesawat terbang). Kabupaten Cilacap
dilalui jalan negara lintas selatan Pulau Jawa, yakni jalur Bandung-Yogyakarta-Surabaya.
Jalur kereta api juga melintasi wilayah kabupaten ini. Stasiun Kroya adalah
stasiun yang terbesar di Kabupaten Cilacap. Di sini bertemu dua jalur kereta,
dari Bandung dan dari Cirebon, menuju Yogyakarta/Surabaya Gubeng. Di samping
melayani transportasi penumpang, jalur kereta api ini juga melayani pergerakan
barang baik itu semen, pupuk, BBM, dan produk industri lainnya. Kereta api yang
melewati Stasiun Kroya antara lain :
- KA Purwojaya dengan rute Cilacap - Jakarta Gambir.
- KA Serayu dengan rute Kroya - Jakarta Kota.
- KA Sawunggalih Utama dengan rute Kutoharjo - Jakarta Pasar Senen
- KA Mutiara Selatan dengan Rute Bandung - Surabaya Gubeng
- KA Turangga dan KA Argo Wilis dengan Rute Bandung - Surabaya Gubeng
- KA Lodaya dengan rute Bandung - Solo Balapan
- KA Argo Lawu dengan Rute Solo Balapan - Jakarta Gambir
- KA Bima dan KA Gaya Baru Malam Selatan dengan rute Jakarta Kota - Surabaya Gubeng
- KA Kuto Jaya Utara dan KA Bogowonto dengan rute Kutoharjo - Jakarta Tanah Abang
- KA Bengawan dengan Rute Solo Jebres - Jakarta TAnah Abang
- KA Progo dan KA Gajah wong dengan rute Lempuyangan - Jakarta Pasar Senen
- KA Kahuripan dengan rute Kediri - Padalarang
- KA Kutojaya selatan dengan rute Kutoharjo - Kiara Condong
Transportasi angkutan darat dilayani oleh Jalan Nasional, Jalan Provinsi,
Jalan Kabupaten dan Jalan Poros Desa. Total Panjang Jalan di Kabupaten Cilacap
lebih dari 2.000 km. Jalan Nasional dan Jalan Provinsi sebagaian besar dalam
kondisi cukup baik dan baik. Di beberapa bagian ruas jalan nasional mengalami
kerusakan ringan, sedang, sampai kerusakan berat, terutama jalan dari Kesugihan
menuju Kota Cilacap. Jalur jalan Cilacap-Wangon via Jeruklegi juga mengalami
kerusakan.
Cilacap memiliki sebuah lapangan terbang perintis Tunggul Wulung, yang
dalam rencananya akan dijadikan bandara komersial, sementara ini Perusahaan
Merpati Nusantara Airlines melayani rute penerbangan Cilacap--Jakarta--Cilacap
7 kali dalam seminggu. Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap merupakan pelabuhan
terbesar di pantai selatan Pulau Jawa. Ada 13 tempat pelelangan ikan di
Cilacap, selain PPRC tersebut. Pelabuhan Tanjung Intan adalah pelabuhan
ekspor-impor terutama untuk komoditas pertanian. Beberapa perusahaan besar
memiliki pelabuhan khusus tersendiri, seperti Pelabuhan Minyak Pertamina RU IV,
pelabuhan Semen milik Holcim, dll.
Realisasi wacana Jalur Lintas Selatan Pulau Jawa yang menghubungkan
Provinsi Banten - Jawa Barat - Jawa Tengah - DI Yogyakarta dan Jawa Timur,
meskipun prosentasenya masih kecil, memberikan harapan tersendiri akan adanya
pertumbuhan ekonomi dan perkembangan wilayah pada masa yang akan datang. Di
Kabupaten Cilacap sendiri lintas selatan ini akan melewati Kecamatan Patimuan,
Kedungreja, Gandrungmangu, Bantarsari, Kawunganten, Jeruklegi, Kesugihan, Adipala
Binangun dan Nusawungu. Pemenuhan kebutuhan akan akses transportasi di selatan
pulau Jawa yang semakin besar, akan terdorong dengan terwujudnya jalur lintas
tersebut. Keterbelakangan wilayah yang selama ini identik dengan Jawa Bagian
Selatan, kiranya akan sedikit berkurang dengan terbukanya akses-akses
perkembangan, disamping infrastruktur transportasi darat.
Sepak Bola
Kabupaten Cilacap juga mempunyai tim sepak bola, dengan nama PSCS Cilacap
yang merupakan singkatan dari Persatuan Sepak Bola Cilacap dan Sekitarnya. Tim
ini sekarang (2011/2012) sedang menjalani kompetisi pertandingan di divisi
Utama Liga Primer Indonesia Sportindo PSSI. berada di grup 2 (grup
"neraka") karena di grup itu terdapa klub-klub papan atas diantaranya
PSIS dan PERSIS SOLO.sempat memuncaki klasemen sementara putaran pertama.
Sebelumnya tim ini juga sempat mengajukan untuk kompetisi di Liga Super, tetapi
setelah hasil sidang PSSI yang menyebutkan jumlah tim dalam kompetisi hanya 24
tim, maka PSCS Cilacap kembali ke kasta ke dua.
Perekonomian
Pertanian merupakan sektor utama perekonomian di Kabupaten Cilacap.
Subsektor nelayan digeluti sebagian besar penduduk yang tinggal di pesisir
pantai selatan. Cilacap adalah satu dari tiga kawasan industri utama di Jawa
Tengah (selain Semarang dan Surakarta). Sektor perikanan laut masih harus
banyak digali dan dimaksimalkan. Potensinya yang begitu besar masih belum
banyak tersentuh. Sebaiknya investasi diarahkan untuk mengembangkan potensi
tersebut.
Di Cilacap terdapat 6 industri terbesar di antara industri lain :
1. Pertamina Refinery Unit IV
2. Pabrik Semen HOLCIM
Indonesia Pabrik Cilacap
3. Pabrik Gula Rafinasi,
PT.DHARMAPALA USAHA SUKSES
4. Pabrik Tepung Panganmas
Inti Persada
5. PLTU Karangkandri
6. Pengolahan Ikan PT Juifa
Internasional
Dengan digalakkannya investasi, diharapkan banyak investor yang
berkeinginan untuk menanamkan modal di Cilacap. Infrastruktur yang ada diharapkan
lebih dapat ditingkatkan untuk mendukung program investasi tersebut. Di samping
itu di Kota Cilacap sendiri telah tersedia Kawasan Industri yang terletak di
Kelurahan Lomanis, Kecamatan Cilacap Tengah. Di kawasan ini masih tersedia
lahan yang dapat dikembangkan untuk industri. Beberapa kawasan juga telah
disiapkan untuk pengembangan Kawasan Industri Baru seperti di Desa Bunton Kec.
Adipala dan di Desa Karangkandri Kec. Kesugihan. Menurut penelitian yang pernah
dilakukan, industri di Cilacap banyak yang bersifat footloose, sehingga kurang
memberikan dampak yang berarti bagi kesejahteraan penduduk di Kabupaten Cilacap
sendiri.
Pekerja migran dari kabupaten Cilacap juga menyumbangkan banyak devisa,
terutama karena kiriman uang mereka (remitan) ke daerah asal. Buruh migran
tersebut berasal dari seluruh kecamtan yang ada. Untuk saat ini kencenderungan
buruh migran menuju ke Asia Timur, tidak lagi ke Malaysia, Singapura atau
Brunei Darussalam. Beberapa negara asia timur yang dijadikan tujuan adalah
Korea Selatan, Hongkong dan Taiwan. Dan trend saat ini menunjukan peningkatan
buruh migran ke Timur Tengah. Apabila dicermati, remitan dan devisa dari buruh
migran tersebut (TKI/TKW) merupakan potensi ekonomi yang besar. Sebenarnya
pemerintah daerah perlu mempersiapkan sumberdaya yang memadai agar pekerja
migran dari Cilacap lebih banyak mengisi sektor formal di luar negeri. Tidak
dapat dipungkiri bahwa remitan yang dikirimkan merupakan salah satu penggerak
perekonomian di sebagian wilayah Kabupaten Cilacap. Untuk memperlancar
keperluan itu, pemerintah pusat membangun Kantor Imigrasi dan perlunya
penanganan TKI yang lebih profesioanl dan manusiawi, sehingga julukan sebagai
pahlawan devisa benar-benar merupakan penghargaan yang serius.
Untuk kecamatan Dayeuhluhur dan Wanareja, kecenderungan migrasi tenaga
kerja masih mengarah di kota-kota besar di Jawa Barat dan Jakarta (migrasi
internal). Terutama untuk tenaga kerja laki-laki berangkat pada saat di desa
sedang tidak ada pekerjaan di sektor pertanian. Buruh migran tersebut
seringkali hanya sebagai buruh migran musiman.
Di samping sektor pertanian, pendapatan Domestik Regional Brutto (PDRB)
Kabupaten Cilacap terutama diperoleh dari Sektor Industri, Gas, Listrik, dan
Air Minum.
Pariwisata
Kabupaten Cilacap tercatat memiliki beberapa objek wisata yang kerap
dikunjungi, baik oleh wisatawan domestik dan mancanegara. Dari sisi budaya,
setiap tahun Kabupaten Cilacap menyelenggarakan ritual Sedekah Laut yang
diikuti oleh ribuan nelayan setempat, dan dihadiri oleh ratusan ribu orang dari
berbagai daerah di Indonesia. Sedekah Laut ini dibiayai dengan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cilacap. Selain Sedekah laut,
kesenian daerah yang berkembang di daerah ini adalah Calung Banyumasan dan Ebeg
(semacam Kuda Kepang di Kabupaten Magelang).
Adapun objek wisata Kabupaten Cilacap yang dapat dikunjungi adalah:
- Hutan Payau
- Pantai Teluk Penyu
- Benteng Pendem
- Gunung Srandil
- Pantai Widara Payung
- Pantai Ketapang Indah
- Selok
- Pantai Karang Pakis di Kecamatan Nusawungu berbatasan dengan Binangun
- Pantai Cemara Sewu Desa Jetis Kecamatan Nusawungu
Bagi penggemar wisata kuliner, Cilacap mempunyai makanan khas yang cukup
terkenal, di antaranya tempe mendoan Cilacap, tahu masak, lotek (sejenis
pecel), dan tahu brontak dan tentu saja olahan seafood. APabila anda berkunjung
ke pantai teluk penyu, misalnya, anda dapat mencicipi hidangan laut yang tidak
kalah lezatnya dengan hidangn sejenis di pusat-pusat wisata kuliner lainnya di
Indonesia. Ikan Bakar, Kepiting, Rajungan, Udang dan berbagai jenis hidangan
laut dapat dinikmati dengan harga yang terjangkau, tidak perlu merogoh kocek
dalam-dalam. Sambil menikmati semilir angin laut di sore atau terang bulan di
waktu purnama, hidangan sea food akan terasa lebih nikmat, atau kalau matahari
masih bersinar pulau Nusaa Kambangan dapat dinikmati dari dekat.
Mars Cilacap Bercahaya
Sesuai mottonya, Cilacap Bercahaya, sejak 1986 Kabupaten Cilacap telah
memilik lagu sesanti berjudul Cilacap Bercahaya, ciptaan Sumardi HS, lirik
ditulis oleh mantan Bupati Cilacap, HM Supardi. Pencanangan Cilacap Bercahaya
melalui lagu mars tersebut bertujuan untuk memotivasi masyarakat dalam
keikutsertaan dalam pembangunan, serta berupaya mengangkat citra Kabupaten
Cilacap. Selain dilombakan antar kecamatan, lagu itu tiap tahun juga
dinyanyikan dalam acara protokoler ulang tahun Kabupaten Cilacap.
Salah satu wisata pegunungan di kabupaten cilacap yang paling terkenal dan
banyak diminati adalah lokawisata "curug mandala", yang terletak di
Desa Mandala Kecamatan Jeruklegi.
Perwakilan
DPRD Kabupaten Cilacap hasil Pemilihan Umum Legislatif 2009 tersusun dari 9
partai politik, dengan perincian sebagai berikut:
Partai
|
Kursi
|
%
|
PDI-P
|
14
|
28
|
Partai Golkar
|
8
|
16
|
Partai Demokrat
|
7
|
14
|
PAN
|
6
|
12
|
PPP
|
5
|
10
|
PKS
|
3
|
6
|
PKB
|
3
|
6
|
Partai Gerindra
|
3
|
6
|
Partai
Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia
|
1
|
2
|
Total
|
50
|
100
|



















































